Surat Untuk Pelukis #3


Hallo pelukisku, apa kabar? Sudah lama rupanya aku tidak mengirimu surat. Maafkan aku. Bukannya tidak mau, hanya saja aku tidak sempat menulisnya. Bagaimana keadaanmu disana? Baik-baik saja kah ? Ah pasti kamu selalu susah untuk makan. Betul kan ? aku sudah hapal betul kebiasaanmu yang satu itu. Aku saja sampai bingung harus bagaimana mengatasinya. Tapi aku tidak akan pernah bosan untuk mengingatkanmu. Apalagi dalam beribadah. Jangan pernah sekalipun meninggalkan shalat dengan sengaja yah. Karena itulah yang nantinya akan menyelamatkanmu.

Bagaimana keadaan orang tua mu? Sehatkah ? Aku selalu mendoakan untuk kesehatan kalian. Terutama kesehatanmu. Sungguh, aku tidak tega ketika mendengar kabar bahwa kamu sakit. Apalagi mendengar suaramu yang sangat lemah. Sungguh aku tidak sanggup. Maka dari itu, selalu jaga kesehatanmu agar kamu tetap bisa ceria seperti biasanya. Aku sangat suka ketika mendengarmu tertawa. Sungguh, itu adalah suntikan semangat untukku dalam mengerjakan segala hal.

Pelukisku, bagaimana liburanmu? Menyenangkan kah ? dari foto-foto yang aku lihat di akun sosial media mu, sepertinya kamu sangat menikmati liburanmu. Aku bersyukur melihatmu bahagia seperti itu. Senyuman yang merekah dari bibirmu itu suatu pemandangan indah untukku. Tawa mu yang terdengar sangat renyah itu merupakan melodi yang indah yang selalu ingin aku dengar. Kebahagianmu itu adalah satu hal yang selalu aku ingin wujudkan. Kamu tahu kenapa aku selalu memintamu mengirimkan foto, video ataupun voice note ? sebenarnya bukan hanya itu yang ingin aku lihat. Aku ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Walaupun aku tidak tahu yang kamu tunjukan saat itu benar atau hanya pencitraan saja. Setidaknya, ketika aku melihat senyumu di foto, tawamu di video dan mendengar suaramu di voice note yang terlihat bahagia, itu membuatku merasa tenang. Sungguh, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga.

Oh iya, aku dengar kemarin kamu pergi ke Bogor untuk melihat calon kampusmu nanti ? Bagaimana kunjungan mu itu ? Menyenangkan ? Semoga nanti kamu bisa masuk ke universitas yang kamu inginkan ya. Maka dari itu, belajar yang rajin dari sekarang. Tapi tidak lupa di barengi dengan doa. Aku selalu mengirimu doa untuk kesuksesanmu kelak. Perjuangan itu perlu untuk mencapai satu keinginan. Aku yakin kamu bisa, karena aku tahu kamu pintar. Tapi jangan sombong diri dulu. Pintar bukan berarti berhenti belajar. Belajar itu perlu, bahkan jangan pernah berhenti belajar. Sampai saat ini aku pun masih terus belajar. Walaupun tidak di bangku sekolah lagi. Banyak yang tidak aku tahu di dunia ini. Makanya aku terus belajar.

Pelukisku, menurutmu, bagaimana kota Bogor ini? Kemana saja kamu selama di Bogor? Aku lihat kamu main ke Kebun Raya Bogor bukan ? Bagaimana disana? Apa kamu pergi ke taman teratai seperti yang aku katakan ? Aku suka tempat itu. Melihat kolam yang penuh dengan tumbuhan teratai itu bisa menenangkan pikiranku. Atau, apa kamu pergi ke danau nya? Disana sangatlah indah pelukisku. Dari situ, kamu bisa melihat istana Bogor. Pokoknya disana itu sangat menyenangkan. Aku sangat suka duduk di bangku dan di kelilingi oleh tumbuhan. Selain sejuk dan udaranya segar, itu juga bisa menenangkan pikiranku. Maka dari itu sayangilah tumbuhan. Karena tumbuhan itu sangat penting untuk kehidupan manusia. Jika tidak ada tumbuhan, darimana kita bisa mendapatkan oksigen ? Atau bahan makanan ? Aku selalu membiasakan diri untuk menanam pohon. Aku menanam pohon di pekarangan rumahku. Aku pikir, untuk cadangan oksigen penerusku kelak. Karena kalau bukan kita yang melakukannya, siapa lagi ?

Hari itu aku sangat kesal karena rencana untuk bertemu yang sudah aku siapkan dari jauh-jauh hari itu gagal karena aku ada keperluan yang mendadak. Pokoknya hari itu aku merasa bete sekali. Bahkan aku sudah membuat sebuah kerajinan tangan berbentuk doraemon kartun kesukaanmu. Sampai sekarang doraemon itu tergantung di meja komputerku. Setiap kali aku melihatnya, aku pasti ingat kamu. Ah rindu sekali rasanya. Sudah berapa lama kita tidak bertemu ? terakhir bertemu ketika kemarin aku main kerumah mu. Itupun hanya sehari saja. Operasi zebra itu membuatku tidak leluasa pergi kemana-mana. Belum punya Surat Ijin Mengemudi. Aku hanya punya Surat Ijin Mencintaimu ha ha ha.

Aku selalu ingin tertawa ketika mengingat pertemuan kita kemarin. Awalnya aku berniat mengejutkanmu dengan tiba-tiba ada di depan sekolahmu. Aku sengaja berangkat sebelum jam pulang sekolahmu. Aku menunggu di pinggir lapangan sampai harus pindah berkali-kali karena salah parkir. Akhirnya aku pura-pura membeli minuman di Indomart, padahal sebenarnya aku hanya numpang parkir. Sengaja aku datang 1 jam lebih awal karena takut kamu keburu pulang, dan yang terjadi ternyata benar kamu keburu pulang. Aku jadi tertawa sendiri disana. Untungnya kamu baik hati mau kembali dan kita bertemu disana. Di depan Indomart. Sudah termasuk so sweet belum? Hahaha tapi aku tidak peduli, karena dimanapun tempatnya, kamulah yang membuat semuanya menjadi indah.     

Lalu ketika aku mengantarmu pulang. Saat kita sudah dekat dengan rumahmu, aku hampir salah jalan karena aku tidak melihat tanda forbidden. Saat itu banyak orang yang melihat, dan mentertawakan kita berdua hahaha. Ah aku memalukan sekali, untung sudah masuk perumahan jadi enggak akan di marahin polisi. Kalau sampai dimarahin, kan malu sama kucing yang meong meong meong itu. Tapi biarlah aku memalukan, yang penting kamu tertawa. 

Lanjut lagi ketika adikmu baru pulang sekolah. Lucu sekali melihat ekspresi adikmu saat itu. Mungkin ketika dia turun dari motor dia merasa ada di dunia lain, karena melihat lelaki tampan sedang duduk di depan rumahnya. Ayo jujur, aku tampan kan ? hahaha. Lucu sekali ekspresinya, entah karena salting atau kenapa. Pokoknya lucu. Sama sih kamu juga lucu hihihi.

Kemudian saat aku pulang dari rumahmu. Kali ini bukan karena aku salah jalan lagi. Bukan. Tapi saat di jalan, aku pulang lewat ke perumnas. Aku memilih jalan itu karena aku pikir itu lebih dekat dari jalan sebelumnya. Awalnya aku tenang saja jalan lewat sana. Sampai tidak lama aku melihat banyak mobil. Aku mulai tidak enak hati, pasti itu operasi zebra. Dan ternyata benar, disana ada razia. Tadinya aku mau berhenti dan putar arah. Karena aku lupa tidak membawa STNK ditambah lagi aku belum punya SIM. Sudah pasti motorku akan langsung di sita tanpa basa-basi lagi. Tapi saat aku akan kembali, aku berpikir lagi. Bagaimana kalau nanti aku lupa jalan dan kesasar? Aku berhenti sejenak. Dengan menyebut basmalah, aku nekat nerobos razia itu. “ah kena tilang mah urusan nanti” pikirku. Saat sudah dekat, aku belaga pede padahal hati deg-degan hahaha. Dan berkat rahmat Allah. Aku lolos begitu saja. Malah, pengendara motor di sampingku yang kena. Hahaha rejeki anak soleh. Kemudian aku pulang dengan santai, sambil senyum-senyum menjijikan mengingat kejadian lucu yang baru saja aku alami.

Oh iya ada lagi satu kejadian lucu. Jadi begini, aku ke sana itu sekalian mau memperpanjang STNK karena masa berlakunya sudah habis. Dari rumah sengaja aku berangkat selepas shalat subuh untuk menghindari razia. Lalu, setelah di perpanjang dan aku bersiap untuk pulang. Memang, ucapan kita itu adalah doa. Aku bilang gini “Nah sekarang mau ada polisi juga gak takut. Udah lengkap, mau tilang juga silahkan kalau bisa” dan saat di jalan pulang. Aku yang saat itu bersama saudaraku kena tilang. Sial memang. Dan yang lucu itu kami kena tilang bukan karena ada razia. Tapi karena salah jalan, dan tidak melihat tanda forbidden. hahaha selama di mintai keterangan oleh pak polisi, aku senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Bukan karena gila, tapi karena melihat kesalahan ku yang salah jalan sama seperti saat menuju ke rumahmu. Dan STNK yang baru saja di perpanjang itu akhirnya di sita polisi juga. Sia-sia sudah berangkat subuh agar terlepas dari operasi zebra karena akhirnya kena tilang juga hahaha. Ada-ada saja.

Tapi pelukisku, terlepas dari semua kejadian lucu itu. Ada yang lebih membuatku tesenyum bahagia. Yaitu ketika aku duduk di depanmu. Melihat senyumu, melihat tawamu, dan mendengar suaramu. Meskipun aku harus bertingkah seperti orang gila,tapi aku ikhlas melakukan semua itu asal kamu bahagia. Asalkan kamu bahagia. Selalu bahagia.

Pelukisku, sampai disini dulu ya suratku kali ini. Sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan kepadamu. Tapi biarlah itu untuk suratku selanjutnya. Baik-baik disana, jaga adikmu dan bantu orang tuamu ya. Dan tetaplah menjadi si gadis yang riang selamanya. Sampaikan salam hangatku untuk orang tuamu, terutama ibumu yah.

Dari aku yang selalu mencintaimu.


 
Agung Adiwangsa.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

6 comments:

  1. Duh. kesetrum deh hati gue baca tulisan-tulisan kayak gini. Haha. Bagus banget mas agung. Salam kenal juga ya. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesetrum? Duh tiati mati *eh :D Iya salam kenal juga ya!! Terima kasih sudah mampir :)

      Delete