Surat Untuk Pelukis #5











Teruntuk Pelukisku,


Apa kabar kamu disana? Sehat selalu ? Jaga kesehatanmu, ya!

"Bermimpilah yang besar, dan jangan berhenti sebelum mencapai puncak."
Greg S. Reid
(American filmmaker, motivational speaker and best-selling author)

Perihal mimpi. Semua orang punya mimpi. Aku punya mimpi, kamu punya mimpi, mereka punya mimpi. Bukan mimpi yang biasa kita rasakan saat kita tertidur. Tapi, mimpi yang aku maksud adalah cita-cita, keinginan, tujuan.

Pelukisku, apa mimpimu? Apa kamu ingin menjadi seorang pelukis yang sangat hebat? Tentu saja kamu bisa ! Lihat karya-karyamu, sungguh luar biasa indah. Aku saja tidak pernah bosan melihatnya. Lalu, apa mimpiku?

Aku bermimpi menjadi seorang Guru. Berawal dari Ayahku yang juga seorang guru. Dimataku, seorang guru adalah sosok yang sangat luar biasa hebat. Bagaimana tidak? Coba kamu bayangkan jika di dunia ini tidak ada guru? Akan jadi apa kita? Sebagian besar ilmu yang kita miliki itu adalah berkat jerih payah seorang guru yang senantiasa membimbing kita. Kadang, kita sendiri sangat sulit diatur oleh guru kita. Padahal kita tahu, apa yang dilakukan oleh seorang guru itu adalah untuk kebaikan kita juga. Bahkan katanya, dulu sewaktu Jepang kalah akibat bom Hiroshima dan Nagasaki, yang pertama kali tanyakan oleh Kaisar Jepang adalah “Berapa banyak guru yang masih hidup?” Lihat, betapa berharganya seorang guru? Maka dari itu, aku sangat ingin menjadi guru.

Aku bermimpi menjadi seorang Musisi. Aku sangat ingin menjadi musisi. Aku selalu membayangkan bisa berada di atas panggung, dihadapan orang banyak yang ikut bernyanyi bersamaku. Kata Ibuku, Ayah dulu sering bermain musik. Ia juga pernah tampil untuk menjadi pengisi acara. Ayahku mahir bermain gitar, aku juga bisa, walaupun hanya sekedar “bisa”. Mungkin bakat turunan. Ya, mungkin. Tapi, aku tidak bisa bernyanyi. Saudaraku sering berkata bahwa aku itu “buta nada.” Sebenarnya aku tidak tahu maksudnya, tapi memang, saat aku bernyanyi, suaraku sering tidak pas dengan nada. Suaraku juga jelek. Mendengarkannya saja bisa membuat orang lain mual. Tapi aku beruntung, aku pernah merasakan berada di atas panggung di hadapan orang banyak yang ikut bernyanyi bersamaku. EPIROGENESA. Bersama mereka lah aku bisa mendapat pengalaman itu. Sebuah band yang sudah aku anggap keluargaku sendiri.

Aku bermimpi menjadi seorang Fotografer Profesional. Awalnya aku tidak berniat menjadi seorang fotografer. Bahkan, aku saja tidak tahu menahu soal kamera. Aku hanya suka memotret. Ini bermula ketika aku kenal dengan seorang fotografer. Ya, ditempat kerjaku dulu. Dia lah yang membuatku ingin menjadi seorang fotografer profesional. Pernah suatu ketika kami dalam perjalanan pulang dari Lampung. Dia bercerita tentang pengalamannya dalam dunia fotografi. Aku langsung menulis dalam buku catatanku “Saya akan menjadi seorang fotografer profesional dan saya akan mengelilingi Indonesia.” Kenapa aku pilih Indonesia? Kenapa tidak luar negeri? Bagiku, Indonesia itu adalah “Surga yang tidak disadari oleh penduduknya.” Tidak perlu di jelaskan kenapa, cukup lihat betapa indah dan kaya alam Indonesia. “Untuk apa pergi ke rumah tetangga, kalo rumah sendiri lebih bagus?.” Ya, Pelukisku, aku sangat ingin menjadi fotografer profesional dan bisa mengelilingi Indonesia.  

Aku bermimpi menjadi seorang Penulis. Aku sering membuat cerita. Semacam cerpen. Tapi tidak pernah tuntas. Sampai aku pernah berlomba membuat cerpen dengan guruku. Tentu saja karya nya jauh lebih bagus dari milikku. Aku juga pernah dipuji oleh guru bahasa Indonesia karena cerpenku. Tapi sialnya aku sangat malas membaca. Caraku menulis masih sangat amat buruk. Aku tidak pernah mempelajarinya. Karena aku sangat malas. Beruntungnya saat ini aku memiliki banyak teman yang mau mengajariku dalam hal menulis. Berawal dari blog, aku mendapat banyak pelajaran berharga dalam menulis. Aku sangat berterimakasih pada mereka. Sampai saat ini, aku terus belajar agar tulisanku menjadi lebih baik lagi.

Nah, itulah beberapa mimpiku. Sebenarnya masih banyak, bahkan sangat banyak. Tapi, cukup itu saja yang aku ceritakan padamu. Karena yang terpenting bukan “Apa mimpimu?” tapi, “Bagaimana caramu meraih mimpi itu?” percuma saja jika kita hanya bermimpi, tapi tidak pernah berusaha mewujudkannya. Walt Disney pernah berkata :
“Semua Mimpimu Akan Terwujud Asalkan Kamu Punya Keberanian Untuk Mengejarnya.”

Oleh karena itu, apapun mimpimu, teruslah berusaha untuk meraihnya. Tetap semangat! Aku yakin kamu bisa.

“Jangan seperti orang bodoh yang ingin buang air kecil, tapi tidak mau melangkah menuju toilet.” - Agung Adiwangsa
  
Sampai jumpa di surat berikutnya, pelukisku.


Salam sayang,



Agung Adiwangsa
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

6 comments:

  1. Quotenya Walt Disney emang keren terus ya. :))

    ReplyDelete
  2. Pelukis itu siapa? Tuhan ya, Gung? Keren nih post nya.. quotes nya juga bagus-bagus... gak asa mimpi yang ketinggian yang ada usaha kita yang kirang tinggi. Semangattttt~~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa Pelukis? Ah, biarkan saja orang-orang menebak. Hahaha :D

      Terimakasih bang Ucup. Semangat juga !!

      Delete
  3. Apa yang kita mau memang harus dibarengi kemauan. :)

    ReplyDelete