No More Time Machine !

Wajah kita saling berdampingan.
Bicarakan hal yang sama seperti biasanya.
Sementara, pahlawan terlihat sibuk sendiri selamatkan masa depan.

Ada perasaan aneh di sini, yang tidak bisa kutemukan di tempat lain.
Saling berbagi waktu tanpa kepura-puraan. 
Tanpa perlu berkata "Aku bahagia","Sedih" atau apa pun.
Karena, kita benar-benar amatlah serupa.

Dalam hari-hari yang telah lewat, banyak hal yang membuat kita lelah.
Tapi, kita tertawa kala mengingatnya.

 You need a time machine?

Kita berencana tuk jelajahi dunia. 
Tapi, ketika aku memikirkannya, kita belum jua ikrarkan satu janji pun.
Seperti sebuah pulau nan nyaman.
Dimana kutak perlu lupakan banyak hal.

Musim perpisahan yang kian menjelang.
Aku tak perlu berkata "Bertahanlah.", atau "Hati-hati." 
Sama seperti diri yang sedang sensitif.
Sembari menggoda satu sama lain, tawa kita menghempas kesunyian.

Jika kita tinggalkan masa depan,
kita bisa hidupkan saat-saat unik yang dipenuhi banyak kejadian kecil.

You need a time machine?

Aku memimpikan sebuah mesin waktu.
Sudah kulalui saat-saat ingin kembali itu, membuatnya pergi menjauh.
Kini, aku tidak perlu mimpi-mimpi itu lagi.

Tiada yang perlu diubah, kutak perlu kembali.

I don't need a time machine!
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

4 comments:

  1. wah bagus nih judulnya, tak ada lagi mesin waktu? X) bagus, kata-katanya bagus

    ReplyDelete
  2. Ciyee yang udah nggak perlu mesin waktu...

    "I don't need a time machine."

    ReplyDelete
  3. Kalo udah nggak perlu, kasih gue aja, Gung. Gue beli per kilo deh.

    ReplyDelete
  4. Berapa harga mesin waktunya? Gue mau beli. Gue masih butuh. Gue mau kembali sebentar ke masa SMP untuk melihat cinta pertama gue. Halah!

    ReplyDelete