Pak Guru

Aku tidak pernah mengira bisa dipanggil “Pak Guru.” Padahal, aku sama sekali tidak punya niatan untuk bekerja di bidang itu. Memang, alm. Ayah dulu seorang guru. Waktu kecil aku sempat punya keinginan untuk menjadi guru, seperti ayahku. Tapi, seiring berjalannya waktu, keinginan itu terkikis oleh cita-citaku yang lain.

Ini berawal ketika bibiku menawari pekerjaan untuk mengajar di tempat bimbingan belajar miliknya. Aku sempat menolak, karena aku tidak punya pengalaman apa-apa perihal mengajar. Selain itu, aku hanya tamatan SMA. Aku merasa ilmuku belum cukup.

Satu waktu, aku iseng main ke tempat bimbel bibiku. Kebetulan, salah seorang guru yang mengajar kelas lima SD tidak hadir. Melihatku yang tidak ada kerjaan, bibi memintaku untuk menggantikan posisinya. Lagi, aku menolak permintaannya itu. Tapi, lama-lama aku merasa kasihan juga. Anak-anak jadi terlantar karena tidak ada yang memperhatikan. Akhirnya, aku bersedia menggantikan posisi guru yang tidak hadir hanya untuk hari itu saja. Dengan bermodal buku dan sok tau, aku mulai membimbing mereka.

Setelah kegiatan hari itu, aku diminta mampir ke rumah bibiku. Aku memang biasa main ke sana. Di sana, lagi-lagi aku ditawari pekerjaan yang sama. Aku tetap dengan sikapku yang menolak.

“A, mumpung belum dapet kerjaan, mending ngajar dulu. Cari pengalaman, belajar jadi guru.”
“Ah, Bi, Agung gak bisa. Jadi guru kan harus bisa materi yang mau diajarkan. Materi SD banyak yang udah lupa.”
“Kan ada buku, kamu bisa baca-baca. Lagian cuma anak SD ini. Pelajarannya belum terlalu sulit. Kebetulan masih kurang guru buat kelas lima. A Femi harus fokus di kelas enam.”

Begitulah percakapan yang terjadi antara aku dan bibiku. Hingga bujukan-bujukan yang dilontarkan bibi membuatku menerima pekerjaan itu dengan alasan “nyoba dulu”

Setelah beberapa kali mengajar, aku mulai menikmati pekerjaan ini. Mungkin karena ayahku yang seorang guru, jadi ilmu mengajarnya sedikit mengalir dalam darahku. Aku selalu mencoba beberapa cara untuk membuat anak didikku merasa nyaman dan senang belajar bersamaku. Misalnya, dalam memilih pelajaran, aku tidak pernah menentukan pelajaran apa yang akan kami peajari saat itu, aku biasa memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih pelajaran sesuka hati. Ini aku lakukan karena menurutku, dengan membiarkan mereka menentukan sendiri, itu akan lebih membuat mereka semangat dalam belajar, karena pelajaran itu yang mereka inginkan. Beda dengan jika aku yang menentukan. Aku takut, jika aku memilih pelajaran yang ternyata tidak ingin mereka pelajari saat itu, mereka akan menjadi malas dan belajar dengan terpaksa. Aku juga sering mengajak bercanda agar tidak terkesan menegangkan.

Selama mengajar, aku menyebut diriku dengan sebutan “Kakak.”. Tapi, murid-muridku malah memanggil dengan sebutan “Bapak” atau “Pak Guru”. Itulah awalnya kenapa aku bisa dipanggil “Pak Guru” sampai ada satu momen, salah seorang anak bertanya kepadaku.

“Pak Guru, kok masih muda udah dipanggil bapak?”

Aku hanya tertawa kecil mendengar pertanyaannya itu. Ya, umurku baru dua puluh tahun, masih terlalu muda untuk dipanggil “Bapak”.

Ada sedikit kebingungan. Di tempat bimbel itu, kakakku juga ikut menjadi pengajar untuk kelas tiga. Ini yang menjadi aneh. Aku yang hanya lulusan SMA mendapat tugas di kelas lima, sedangkan kakakku yang S1 di kelas tiga. Padahal, itu berarti ilmu kakakku lebih tinggi dariku. Aku sempat protes. Tapi, bibiku menjawab dengan santai “Ya, bagus dong. Itu berarti kemampuanmu sebanding dengan mereka yang gelarnya lebih tinggi darimu. Harusnya bangga, bukan protes.”

Sudah hampir setengah tahun aku menjelma menjadi seroang Pak Guru. Aku sudah sangat menikmatinya. Bahkan sekarang, aku membimbing beberapa anak di rumahku. Aku lakukan itu tanpa meminta bayaran sepeser pun. Sempat kepikiran membuat tempat bimbingan belajar untuk anak-anak kurang mampu, tapi belum kesampean juga. Seringkali aku merasa sedih ketika bepergian dan melihat anak-anak jalanan yang harusnya sekolah tapi malah mencari rejeki di pinggir jalan. Dari situlah muncul ide untuk membuat tempat bimbingan belajar itu. Yah, semoga suatu saat bisa terlaksana. 

Kemarin aku merasa bangga sendiri. Anak pamanku, kelas lima SD, mengkuti olimpiade sains. Aku mencoba untuk mengantarkannya menjadi yang terbaik. Setiap hari aku memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan. Tidak secara serius. Kadang, saat aku sedang mengerjakaan pekerjaan lain, atau dia sedang asik bermain, aku tiba-tiba memberinya pertanyaan dan dia menjawabnya. Kami terus melakukannya sampai hari itu tiba, Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten. Setelah hari itu, aku tidak langsung mendengar kabar darinya. Aku harus menjaga nenekku yang sedang sakit. Saat aku pulang ke rumah, tiba-tiba dia datang dan mengucapkan terimakasih. Katanya, ia lolos tingkat kabupaten dan harus bersiap untuk tingkat berikutnya.

Mendengar kabar itu, aku senang. Bukan aku yang hebat, tapi dia yang pintar. Selama ini, aku hanya membimbingnya, bukan mengajarinya. Aku tidak memberinya pengetahuan baru, hanya memberi jalan bagi ilmu yang ada pada dirinya agar keluar. Ya, aku pikir, semua orang itu pintar. Mereka sudah punya ilmu terpendam dalam diri mereka sendiri. Tapi, tidak semua bisa membuka dan mengeluarkan ilmu itu. Buktinya, banyak yang pintar tanpa belajar dari seorang guru. Sama dengan kisah Nabi Yunus as ketika ia ditelan oleh seekor paus. Ia harus mengeluarkan dirinya agar bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ilmu pun begitu. Kita harus mengeluarkannya, agar bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tapi, itu hanya menurutku saja yang sok tahu. Menyambungkan kisah yang satu dan lainnya. Bagiku, itu bermanfaat, untuk motivasi diri.

Baiklah, ini adalah sepenggal kisahku. Semoga dengan kamu membacanya, bisa bermanfaat untukmu. Sampai jumpa di kisahku selanjutnya.


Best Regards,


Agung Adiwangsa




Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

10 comments:

  1. amin.. semoga terwujud ya.. tempat bimbel u/ ank" yg kurang mampu.
    btw izin naro link blognya di blog gw ya..

    ReplyDelete
  2. wah, lo jadi guru gung? keren banget..
    cita2 yang mulia. salut deh gung...

    ReplyDelete
  3. Pak guru, bimbing aku menuju hatimu *eeeaaaaaak :"""D

    ReplyDelete
  4. Asiiiik.. Ada Pak Guruuuu.. Temenan dongs sama Bang Edotz :D

    ReplyDelete
  5. eh ada pak guru muda,hehe semoga keinginan untuk membangun tempat bimblenya terwujud.Amin

    ReplyDelete
  6. Artikel yang sangat menarik :D
    http://clayton88.blogspot.com | http://informasiberitatop.blogspot.com | http://bit.ly/1sUU8dl | www.Agensbocasino.com | http://goo.gl/OraDLz | http://www.informasiberita.info | http://goo.gl/RkuB4G | http://clayton88.blogspot.com | http://goo.gl/8rM20b | http://Bandarbola138.com | http://goo.gl/5dAkJO

    Kumpulan Berita Menarik
    Berita Menarik
    Artikel Aneh Unik
    Berita Lucu
    Artikel Misteri Dunia
    Blog Dofollow
    Tips Menarik

    Bandar Bola
    Agen Poker
    Agen Poker Online
    Agen DominoQQ
    Agen Capsa
    Agen Casino
    Agen Bola

    Prediksi Bola Jitu
    Kumpulan Berita Terkini
    BlogWalking
    Info Travel
    Bandar Bola
    Jadwal Bola
    Berita Unik
    Kuliner

    Kumpulan Agen Casino Online
    Situs Bola
    Agen Tangkas
    Agen Bola
    Agen Casino
    Agen Poker
    Agen Togel
    Bandar Bola

    ReplyDelete
  7. Artikel yang menarik, kunjungi balik blog kami ya :)


    http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ |
    http://informasiberitatop.blogspot.com | http://www.layardewasa.top | http://http://pkcinema.com | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1sUU8dl | http://bit.ly/1ZIdBJv | http://bit.ly/1YjeNnK | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1UobCKp | http://bit.ly/1S0ZSYr | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1UL7Ia5 | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1YjeNnK |


    Prediksi Bola
    Kumpulan Berita Menarik
    Nonton Film Dewasa
    Bandar Bola
    Agen Bola
    Agen Casino
    Agen Bola Terpercaya
    Main Dominoqq
    Agen Poker
    Bandar Ceme
    Agen Capsa
    Agen Poker Terpercaya
    Nonton Film Online

    ReplyDelete