Surat Untuk Pelukis #10

Teruntuk Pelukisku,



Ternyata menjadi anak laki-laki itu cukup berat juga. Sepeninggal ayah, ibu jadi lebih sering curhat kepadaku. Entah apa alasannya. Tapi, aku merasa ibu menjadikanku sebagai pengganti ayah. Ya, memang, saat ini akulah pengganti ayah. Karena aku anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga.

Aku jadi punya peran tambahan. Selain menjadi anak untuk orangtuaku, adik untuk kakakku, kakak untuk adikku, aku juga berperan sebagai ayah. Dalam kata lain, akulah pemimpin keluargaku saat ini. Walaupun, ibu masih tetap merangkap menjadi ayahku, kadang dia juga suka meminta saran untuk masalah yang dihadapinya.

Menjadi orangtua ternyata tidak mudah. Masalah-masalah yang dihadapinya juga tidak selalu ringan, lebih banyak masalah sulit. Aku kira, selama ini yang kuhadapi sudah teramat berat. Tapi ternyata, masih ada masalah lain yang lebih sulit. Di atas langit masih ada langit.

Untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, aku harus berpikir layaknya orangtua. Lalu, bagaimana denganku yang tidak punya pengalaman sama sekali? Berat memang, tapi aku harus bisa. Saat ini, aku sering ngobrol bersama dengan orang-orang yang umurnya jauh di atasku. Kami sering sharing masalah kehidupan. Aku suka mencuri pelajaran dari pengalaman mereka. Mencuri ilmu itu tidak buruk bukan?

Beruntung aku punya sosok yang bisa kuanggap sebagai orangtua. Ya, dia yang sering memberiku nasihat. Dia selalu mengajariku bagaimana menjalani hidup yang baik. Tentu itu semua berasal dari pengalamannya. Belajar dari pilihan tepat yang ia pilih, dan kesalahan yang pernah ia lakukan. Hidup ini memang berat. Maka, aku harus membangun pondasi yang kuat.

Aku sedang membangun pondasi diri. Agar aku siap menghadapi beratnya dunia. Aku menyesal, kenapa tidak dari dulu aku belajar hal seperti ini? Tapi, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Aku akan belajar sampai napas ini berhenti berhembus dan jantung ini berhenti berdetak. Sampai raga ini kembali ke dalam tanah dan jiwa ini kembali kepada penciptanya. Aku tidak mau semakin menyesal di kemudian hari.

Untukmu, Pelukisku. Aku selalu ingin engkau menjadi yang terbaik di antara yang terbaik. Jangan sampai kamu merasakan penyesalan yang kurasa. Oleh karena itu, pesanku, jangan pernah berhenti belajar. Tidak ada ilmu yang berat untuk dipikul. Satu lagi, jangan pernah berhenti beribadah. Karena, ilmu akan membuatmu hidup, dan ibadah akan membuatmu selamat.



Salam sayang,


Agung Adiwangsa
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

5 comments:

  1. Tetap semangat ya kak...
    www.aisade.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Pasti bisa gung. Semangat bro. :)

    ReplyDelete
  3. Pelukismu Agung, siapa gerangan? Pelangi-pelangi....
    Yap, kadang kita suka merasa masalah yang dihadapi cukup berat. Tapi, itu masalah pasti bisa diselesaikan dengan baik. Takkan mungkin Tuhan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hambanya. :))

    ReplyDelete
  4. Artikel yang sangat menarik :D
    http://clayton88.blogspot.com | http://bit.ly/1sUU8dl | www.Agensbocasino.com | http://goo.gl/OraDLz | http://www.prediksibolajitu.online | http://goo.gl/RkuB4G | http://clayton88.blogspot.co.id | http://goo.gl/8rM20b | http://Bandarbola138.com | http://goo.gl/5dAkJO | http://M138.net | http://filmdewasa89.blogspot.co.id

    Download Bokep Gratis
    Kumpulan Berita Menarik
    Berita Menarik
    Artikel Aneh Unik
    Berita Lucu
    Artikel Misteri Dunia
    Blog Dofollow
    Tips Menarik

    Bandar Bola
    Agen Poker
    Agen Poker Online
    Agen DominoQQ
    Agen Capsa
    Agen Casino
    Agen Bola

    Prediksi Bola Jitu
    Bandar Bola
    Prediksi Mix Parlay
    Tebak Skor Jitu
    Prediksi Sepakbola Gratis Malam Hari Ini
    Jadwal Bola

    Kumpulan Agen Casino Online
    Situs Bola
    Agen Tangkas
    Agen Bola
    Agen Casino
    Agen Poker
    Agen Togel
    Bandar Bola

    ReplyDelete