Surat Untuk Pelukis #20

Teruntuk Pelukisku,

Halo manis, apa kabar? Kudengar, beberapa hari kemarin kamu sakit, ya? Hmm… Pasti karena kebiasaanmu begadang itu. Sudah kubilang, jangan begadang. Tidak baik untuk kesehatan. Bahkan, Bang Haji Rhoma Irama pun melarang begadang, kalau tiada artinya. Begadang, sih, boleh saja. Kalau ada perlunya. Jangan dibaca sambil nyanyi ya, pelukisku. Haha

Sama sepertimu, kondisiku juga tidak benar-benar baik. Bisa dibilang sakit juga, sih. Tapi, aku tidak mau dibilang begitu. I had to be strong. Yes! Stronger for me, and stronger for you. Karena jika tidak, siapa yang akan melindungimu? Hahaha.
Cuaca di tempatku kadang tidak jelas. Iya, tidak jelas. Paginya cerah, siangnya hujan, sore nya panas, malamnya gelap. Hmmm… sebentar, sepertinya ada yang salah dari kalimatku barusan. Ah, sudahlah. Mungkin perasaanku saja.

Pelukisku, bagaimana harimu?
Selalu aku berdoa agar harimu penuh dengan tawa. Apa yang lebih indah dari melihat senyum bahagia dari wajah orang yang kita cinta. Walaupun aku tidak benar-benar bisa melihatnya, tapi membayangkannya pun bisa membuatku senyum-senyum sendiri. Bisa gila aku kalo terlalu lama begini.

Pelukisku, dalam hidup ini kadang keadaan tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kegagalan, masalah, hambatan, itu akan selalu kita temui. Layaknya sebuah jalan, kita tidak pernah tau kapan kita akan menemui tikungan, entah itu tikungan tajam atau bukan. Kuncinya ada pada diri kita sendiri. Kamu harus bisa menempatkan diri, memposisikan dirimu di tempat yang tepat. As you say, kita hidup di dunia tiga dimensi. Yang baik belum tentu baik, dan yang buruk belum tentu buruk. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Dan tergantung bagaimana kita menerimanya. Kamu harus bisa memilih dan memilah. I know you can. Yes you can!  
Pedang terbaik dibuat dengan banyak tempaan. Berkali-kali dibakar. Belajarlah darinya. Kamu ditempa banyak masalah, bukan untuk menjadikanmu lembek, tetapi membuatmu menjadi semakin kuat.

Pelukisku,
Jalan kita masih sama, kan? Tetap menuju jalan kepada-NYA. Percayalah, suatu saat nanti kita akan bertemu di akhir jalan itu. Yap, di jalan-NYA.

Sampai jumpa di suratku berikutnya. Semoga kamu tetap dalam lindungan-NYA.

Salam Sayang,



Agung Adiwangsa
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

4 comments:

  1. Ini ke mana sik, bloggernya? Lama gak apdet euy :(

    ReplyDelete
  2. Mantaaaaappp. Keren bang

    Btw ane duah follow blog ente, ane harap di follow back yee heheh

    ReplyDelete