Teruntuk : Kamu
Sayang, sudah sampai rindu yang kukirim padamu lewat
suratku sebelumnya? Semoga sampai, ya!
Entah kapan rindu itu akan terpenuhi. Seperti teka-teki,
banyak misteri di dalamnya. Tapi, biarkan saja itu tetap ada. Karena rindu yang
membuat cinta tetap hidup. Dan rindu juga yang membuat cinta lebih berwarna.
Aku akan menjadi penggemarmu. Yang senantiasa menanti akan
kehadiranmu. Menyebut namamu dengan bangga di depan kawan-kawanku. Memberimu
semangat dari kejauhan. Mendoakan agar kamu selalu dalam lindungan-Nya
Tidak ada harga pas didalam cinta. Tapi, cinta tidak
mengenal kembalian. Kamu tidak perlu repot-repot mengembalikannya, biar saja
itu mengalir sebagaimana mestinya. Karena kasih sayang, kasih itu memberi.
Bukan meminta.
Aku akan mencintaimu dengan caraku. Maaf jika belakangan
ini, Aku cuek. Saat ini aku sedang sibuk memintamu kepada pemilikmu. Aku hanya
akan mengingatkanmu, agar tetap berada di jalan yang benar. Sampai Kita
dipertemukan di ujung jalan itu. Dan ketika sampai nanti, akan kutuntun Kamu
menuju jalan bahagia.
Aku akan meminta Tuhan agar Ia menyandingkan satu ciptaannya
yang cantik itu denganku. Menyempurnakan kelebihanku, dan menutup
kekuranganku. Biarkan rindu itu
mengudara, tak perlu ditahan, tak perlu dilarang. Biarkan semua berjalan
sebagaimana ia harus berjalan. Karena kita tidak pernah tau, bagaimana isi
naskah Tuhan. Tapi yakinlah, rencana-Nya selalu indah.
Sampai jumpa, Sayang. Semoga kita bertemu!
Salam sayang,
Agung Adiwangsa
0 komentar:
Post a Comment