Teruntuk : Kamu
Apa kabar kamu? Sehat selalu kan? Jaga selalu kesehatanmu
ya, sayang. Agar Aku tenang di sini.
Maaf aku baru bisa mengirimmu surat lagi. Akhir-akhir ini
Aku sibuk dengan pekerjaanku. Jadi, aku baru sempat mengirim surat lagi buat
kamu.
Jaga terus kesehatanmu. Agar kamu bisa terus berpuasa.
Jangan seperti aku ini, terlalu memforsir diri sampai-sampai kurang
memerhatikan kesehatan. Tapi gak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Hanya
mungkin agak kecapean saja.
Kemarin aku baru saja mengikuti reuni teman-teman SMA ku.
Sekalian buka puasa bersama. Aku jadi panitia. Heran kadang, apa bisaku
sampai-sampai beberapa kegiatan sering diajak jadi panitia. Tapi aku bersyukur,
dengan begitu aku bisa bermanfaat bagi orang lain.
Acaranya sederhana, namun luar biasa. Bagiku bukan tentang
seberapa mewah acara itu, tapi bisa berkumpul lagi bersama teman-teman lama itu
yang membuat berharga. Walaupun tidak semua ikut, tapi sudah cukup mewakili.
Selama acara, aku ngobrol-ngobrol bersama teman sekelasku
dulu. Kami bernostalgia tentang
kejadian-kejadian lucu semasa sekolah dulu. Gak bisa di pungkiri, kalau masa
SMA itu memang benar-benar masa terindah. Selain bernostalgia, kami juga sharing
tentang kehidupan sekarang. Beberapa sudah ada yang bekerja, menikah. Ada juga
yang masih kuliah, ada yang berwirausaha, ya pokoknya macam-macam.
Kami ngobrol soal pekerjaan. Tentang bagaimana pekerjaan
masing-masing. Suka duka yang ada. Yah, kebanyakan yang dibicarakan adalah
gimana “tidak enaknya” pekerjaan mereka. Dari mulai gaji, suasana tempat kerja,
pekerjaan terlalu berat dan macam-macam. Masing-masing punya ceritanya sendiri,
dengan versinya sendiri. Aku gak begitu banyak bicara soal itu, lebih banyak
mendengar dan memerhatikan. Sesekali memberi masukan sembari memberi semangat.
Sayang, bagaimana pendapatmu? Sama sepertimu bukan? Sering mengeluh
tentang pekerjaan. Memang, tidak ada pekerjaan yang mudah. Setiap pekerjaan ada
tantangannya sendiri. Salah satu temanku bertanya “ada gak sih perkerjaan yang
enak?” aku jawab dengan sedikit bercanda, “pekerjaan yang enak cuman tidak
bekerja” begitu jawabku. Mereka tertawa.
Tapi menurutku, itu benar. Yang enak cuman tidak bekerja.
Tidak perlu memikirkan tanggung jawab dan tugas yang harus diselesaikan. Soal
tidak dapat penghasilan, ya itu resiko. Hasil ada karena usaha. Gak ada usaha
ya gak ada hasil. Yang harus kita lakukan itu bukan mencari pekerjaan yang
enak, tapi menerima semua pekerjaan yang ada, dengan ikhlas. Setiap ada
masalah, pasti ada solusi ko. Aku yakin itu. Makanya, kamu juga ya. Harus terus
semangat. Hadapi tantangan yang ada.
Yang penting kamu harus tetap semangat. Selalu ikhlas dan bersyukur. Tidak apa
mengeluh, asal jangan menyerah. Aku siap menjadi buku diarimu. Siap mendengar
keluh kesahmu.
Disela kegiatan, ada salah satu temanku berkata “hari ini
kita ketawa, sekaan gak ada beban, padahal besok harus hidup seperti biasa. Nyari
uang lagi, nyari makan lagi. Padahal pengennya balik lagi ke masa masa ini.
Tapi, ya gak bisa.” Betul memang. Tapi kita gak bisa nyalahin keadaan. Aku
yakin apa yang terjadi memang sudah semestinya terjadi. Ditolakpun percuma.
Pengen kembali kemasa dulu, ya gabisa juga. Jarum jam gak akan berjalan ke arah
yang berlawanan. Terima tidak terima ya harus terima. Begitupun aku, hari itu
ketawa-ketawa, besok ya harus kerja lagi seperti biasa. Harus kangen lagi,
seperti biasanya. Kerja sampinganku, kan, itu, kangen sama kamu. Nikmati saja.
Sayang, inti dari suratku kali ini, jangan menyerah.
Mengeluh boleh saja, wajar kok, sifat manusia memang begitu. Tapi kalau bisa,
mengeluhlah pada tempatnya. Masalah itu gak selalu buruk. Mungkin itu cara
Tuhan ngajarin kita. Kita gak tau loh. Tuhan memang maha asyik. Gak bisa kita
tebak.
Janji ya? Kamu jangan menyerah. Aku janji sama kamu. Gak
akan menyerah, dan akan terus semangat. Apalagi, kita punya tujuan kan. Buat
sampai kesana, tentu perlu usaha. Dan aku akan berjuang untuk itu, bantu aku
ya. Percayalah, sampai nanti tiba waktunya, kita pasti akan bersama. Sabar, ya.
Salam Sayang
Agung Adiwangsa
0 komentar:
Post a Comment