Kamu

Ketika kamu datang membawa sebuah cerita. Kamu mulai menuliskan kisah baru pada lembar yang masih kosong itu. Dengan kata sederhana, kamu merangkumnya menjadi sebuah kalimat yang sempurna. Serupa purnama di antara jutaan bintang. Indah.

Melukiskan kenangan yang aku sendiri tidak pernah membayangkannya. Kamu membawaku ke sebuah dunia yang hanya ada kebahagiaan di dalamnya. Aku bertanya-tanya, apakah ini mimpi atau nyata? Atau, kenyataan yang selalu kuimpikan? Hingga akhirnya, kamu menjawab dengan sebuah senyuman yang membuatku yakin. Ya, ini nyata.

Ada benih yang tertanam dalam hati yang mulai gersang. Ada senyum terpancar dari wajah yang mulai kering. Itu semua ulahmu. Kamulah pemeran utamanya.

Aku selalu berdoa. Semoga tuhan memberikan waktu lebih kepada kita. Agar aku bisa terus bersama satu ciptaan-Nya yang begitu sempurna. Tidak. Kamu tidak sempurna. Kamu sederhana. Ya, kesederhanaan yang sempurna, itu kamu.

Di bawah langit musim semi penuh warna, kamu berjalan sendirian. Di jalan panjang yang selalu kamu bayangkan, sama seperti mimpi yang pernah kamu impikan. Aku akan menjadi pohon sakura yang abadi, tak akan bergerak dari sini. Ketika hatimu kehilangan arah

"Aku akan berdiri di sini. Agar kamu tahu, di mana cinta itu berada"
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar:

Post a Comment