Teruntuk Kamu…
Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu.
Disuratku sebelumnya, Aku menjawab pertanyaanmu tentang
kenapa Aku bisa suka sama Kamu. Yap, kemarin Aku sudah jawab itu dan kuharap Kamu bisa mengerti dan memahaminya.
Suratku kali ini, Aku ingin membahas mengenai hubungan.
Membangun sebuah hubungan. Ya, hubungan Kita.
Dalam sebuah hubungan, ada beberapa hal penting yang sering
kali Kita anggap itu sepele. Komunikasi. Ini yang paling penting. Karena segala
sesuatu akan baik jika dikomunikasikan dengan baik dan akan menjadi buruk jika
dikomunikasikan dengan buruk.
Sayang, Aku harap Kita bisa sama-sama menjaga itu. Dimulai
dari hal sederhana. Aku minta sama Kamu, apapun itu, kalau ada sesuatu hal yang
kurang baik, bilang, yah. Jangan Kamu pendam sendiri. Aku, kan, sering bilang,
kalau kamu ngerasa gak enak, atau apapun itu, bilang padaku. Mari Kita duduk
sama-sama, bahas dan cari solusinya. Daripada Kita emosi, karena apapun yang
dimulai dengan emosi, akan berakhir dengan penyesalan. Aku yakin segala suatu
hal itu pasti ada jalan keluarnya. Manusiawi memang kalau Kita kebawa emosi. Wajar.
Karena Aku juga pasti pernah begitu. Tapi sebisa mungkin, Kita kesampingkan
dulu emosi Kita demi hubungan Kita tetap baik-baik saja.
Lalu, apalagi? Kepercayaan? Yap! Itu juga penting. Sebuah
hubungan dibangun dengan kepercayaan. Aku percaya dan yakin, Kamu sayang padaku. Aku minta Kita sama-sama jaga kepercayaan ini, ya. Kamu pasti pernah
dengar kalimat “jujurlah walaupun itu menyakitkan” itu betul. Jadi, Aku minta
sama Kamu, kalau ada suatu hal yang mau Kamu bilang, sampaikanlah walaupun itu
menyakitkan. Daripada harus berbohong supaya Aku seneng. Akupun begitu, Aku
bakal bilang kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan. Tapi semoga gak ada hal
buruk yang terjadi di antara Kita. Amin.
Masih ada lagi? Menghargai? Iya, itu juga penting. Kita
harus saling menghargai. Oh iya, Kamu kan sudah tahu, kalau aku itu orangnya
cemburuan. Semoga Kamu mengerti ya. Tapi Aku bisa, kok, mengontrol perasaan
itu. Aku gak akan larang-larang kamu buat main, bergaul, berteman dengan
siapapun. Hanya saja, Aku yakin kamu pasti paham, ada batasan-batasannya. Kita saling
menghargai ya, dengan menjaga batasan itu misalnya.
Saling mengerti, itu juga penting? Tentu. Kita harus saling
mengerti satu sama lain. Kita sama-sama punya kesibukan masing-masing. Aku harap Kamu bisa mengerti dengan kondisiku, yang sering kali karena pekerjaan jadi kurang memerhatikanmu. Begitupun Aku, akan berusaha untuk mengerti Kamu. Hanya saja satu pesanku, sesibuk apapun Kita. Sempatkan waktu untuk bersama. Tidak perlu lama, sebentar saja cukup.
Itu hanya beberapa hal yang penting dalam membangun sebuah hubungan. Masih banyak hal lain yang tidak kalah penting. Jangan menganggap ini berat. Let it flow saja, Aku yakin Kamu bisa, dan Kita bisa.
Menurutku, hubungan itu bukan berasal dari dua orang yang sempurna. Karena setiap orang punya kekurangannya masing-masing. Seperti yang Aku bilang sebelumnya, Aku tidak mengharapkan Kamu sempurna. Aku mencintaimu bukan karena kelebihanmu. Aku memilihmu berarti Aku menerima semua kelebihan dan kekuranganmu. Maka dari itu, Aku minta sama Kamu, mari sama-sama Kita bangun hubungan ini. Kesampingkan dulu hal-hal yang kurang baik. Wajar memang kalau kadang Kita kebawa emosi, orang bilang itu bumbu-bumbu dalam sebuah hubungan. Tapi, selama itu bisa di bicarakan, mari Kita bicarakan.
Diakhir surat ini, Aku berharap dan selalu berdoa agar hubungan Kita kedepan bisa lebih baik lagi tanpa ada halangan dan rintangan apapun. Mungkin suatu saat nanti akan ada rintangan dan halangan yang datang, tapi semoga Kita bisa hadapi bersama.
Oiya, bilang pada orangtua mu, maaf Aku belum bisa silaturahmi ke rumah. InsyaAllah nanti Aku kesana kalau pekerjaanku sudah agak santai. Jaga terus kesehatanmu, ya!
Salam Sayang,
Agung Adiwangsa
Itu hanya beberapa hal yang penting dalam membangun sebuah hubungan. Masih banyak hal lain yang tidak kalah penting. Jangan menganggap ini berat. Let it flow saja, Aku yakin Kamu bisa, dan Kita bisa.
Menurutku, hubungan itu bukan berasal dari dua orang yang sempurna. Karena setiap orang punya kekurangannya masing-masing. Seperti yang Aku bilang sebelumnya, Aku tidak mengharapkan Kamu sempurna. Aku mencintaimu bukan karena kelebihanmu. Aku memilihmu berarti Aku menerima semua kelebihan dan kekuranganmu. Maka dari itu, Aku minta sama Kamu, mari sama-sama Kita bangun hubungan ini. Kesampingkan dulu hal-hal yang kurang baik. Wajar memang kalau kadang Kita kebawa emosi, orang bilang itu bumbu-bumbu dalam sebuah hubungan. Tapi, selama itu bisa di bicarakan, mari Kita bicarakan.
Diakhir surat ini, Aku berharap dan selalu berdoa agar hubungan Kita kedepan bisa lebih baik lagi tanpa ada halangan dan rintangan apapun. Mungkin suatu saat nanti akan ada rintangan dan halangan yang datang, tapi semoga Kita bisa hadapi bersama.
Oiya, bilang pada orangtua mu, maaf Aku belum bisa silaturahmi ke rumah. InsyaAllah nanti Aku kesana kalau pekerjaanku sudah agak santai. Jaga terus kesehatanmu, ya!
Salam Sayang,
Agung Adiwangsa
0 komentar:
Post a Comment